Total Tayangan Halaman

Rabu, 25 April 2018

Legenda Hujan Kutukan di Desa Karangsalam

Legenda Hujan Kutukan Desa Karangsalam

Assalamualaikum sedulur dimanapun Anda berada, senang sekali bisa menyapa Anda semua lewat tulisan saya ini , semoga kita selalu diberikan nikmat sehat sehingga kita dapat terus berkarya.


Baik,pada kesempatan kali ini saya akan membawakan sebuah kisah nih, asalnya dari daerah lereng kaki Gunung Slamet ,yaitu bercerita mengenai suatu peristiwa yang memang sudah diceritakan dari mulut ke mulut oleh masyarakat setempat tentang suatu kutukan yang dialami suatu Desa yang bernama Desa Karangsalam. 


Jadi begini, diceritakan bahwa suatu ketika ada seorang gadis yang tinggal di Desa Karangsalam, dia merupakan anak semata wayang dari keluarga yang berkecukupan, sekaligus dari keluarga terhormat. Biar kata terhormat tetapi keluarga ini memiliki sifat yang kurang baik (boleh dikatakan pelit), terutama orangtua gadis tersebut.
Menginjak usia dewasa,gadis yang biasa dipanggil Denok itu jatuh hati kepada seorang pemuda di lain Desa, maka tanpa rasa ragu lagi, berceritalah si Denok kepada orangtuanya bahwa dia sedang memikirkan seorang pemuda yang telah menawan hatinya sejak beberapa hari yang lalu, si Denok bahkan mengatakan bahwa dia juga sering memimpikan pemuda itu dalam setiap tidurnya.
Akhirnya Denok pun memberanikan diri menyampaikan maksud hati kepada sang ayah agar beliau berangkat menemui pemuda tersebut, entah bagaimanapun caranya Denok meminta agar sang ayah harus bisa bertemu dengannya. 
Denok mengatakan bahwa pemuda tersebut biasa berada di kebun dekat dengan sungai yang biasa Denok gunakan untuk mencuci pakaian. 

Alkisah berangkatlah si Denok dengan ditemani oleh sang ayah menunggang kuda ke tempat Denok biasa berjumpa pemuda tersebut , mereka berdua berhenti di bawah pohon trembesi dekat kebun dan sungai yang biasa digunakan untuk mandi dan mencuci oleh warga. Denok meyakinkan sang ayah untuk menunggu pemuda itu selesai berkebun dan kemudian membersihkan diri di sungai. Setelah sekian lama, muncul lah pemuda itu dari balik pematang tanaman cabai yang tertanam rapih , sontak si Denok memberitahu sang ayah "naahhhh ...itu tuh yah pemuda yang aku cintai, ayo lah yah temui dia , ajak dia ngobrol ,kalau bisa bawa dia ke rumah kita " . Kata Denok sambil merayu ayahnya.

Tanpa berlama-lama sang ayah turun dari punggung kuda dan perlahan mendekati pemuda tersebut dan menyapanya.
"Maaf kisanak, boleh saya tahu nama Anda?" . Tegur ayah Denok.
"Oh ya...tentu saja, saya Teja , kisanak sendiri siapa?" . Pemuda tersebut balik bertanya.
"Saya Wangsayuda ,dari Desa Karangsalam . Maksud kedatangan saya menemui kisanak adalah untuk anak perempuan saya (sambil menunjuk ke arah Denok), dia mengatakan pada saya bahwa dia menyukai kisanak . Sudikah kisanak bertamu kerumah kami?". Tanya ayah Denok kepada pemuda itu.

Melihat wajah Denok yang cantik mempesona,pemuda itupun tak kuasa untuk menolaknya. Singkat cerita ,Teja berangkat ke rumah Wangsayuda beserta Denok. Sesampainya di rumah Denok , pemuda itu dipersilahkan masuk kedalam rumah. Ayah Denok dan pemuda itu berbincang panjang lebar, hingga ayah Denok pada akhirnya menanyakan satu hal kepada pemuda itu.

"Teja, sekiranya bila kamu saya jadikan menantu, apakah kamu bersedia?". Tanya ayah Denok
"(Teja terkejut bukan main).  sssaaa..saaaya? , Apakah bapak tidak salah pilih?". Ujar pemuda itu.
"Jika kamu laki-laki sejati , sekarang pulanglah ! Jangan mengaku laki-laki sejati jika besok pagi kamu tidak datang kemari bersama orangtuamu". Perintah ayah Denok kepada sang pemuda.

Tak berlama-lama pemuda tersebut bertamu, dia langsung menyatakan pamit pulang untuk membicarakan hal ini kepada orangtuanya. Keesokan harinya sesuai permintaan ayah Denok, Teja kembali kerumah Denok beserta orangtuanya. Dua belah pihak keluarga saling berkenalan dan mengakrabkan diri. Bahkan tanpa waktu yang panjang, ayah Denok mulai membicarakan hal yang lebih serius lagi yaitu rencana pernikahan. Karena tidak dipungkiri, orangtua Denok memang sudah tidak sabar menimang cucu.


Setelah sekian hari mereka bermusyawarah,akhirnya terjadilah suatu kesepakatan yaitu diselenggarakannya pesta pernikahan. Di tanggal 15 Kalender Jawa bulan Aji, digelarlah pesta pernikahan paling mewah dan meriah yang rencananya digelar selama tiga hari tiga malam.

Namun siapa sangka, pesta yang diharapkan berjalan lancar dan tidak ada halangan, mendadak menjadi kacau dan menegangkan, ternyata ini penyebabnya .

Saat pesta digelar, semua tamu undangan sedang menikmati santapan yang beraneka ragam. Tiba-tiba datang sosok nenek tua yang misterius dan belum ada orang yang mengenalinya. Beliau bertanya kepada seseorang, siapakah yang sedang memiliki hajat?, Kemudian orang yang ditanya menjawab bahwa keluarga wangsayuda yang sedang memiliki hajat menikahkan putri tunggalnya. Lalu tamu tersebut bertanya kepada nenek itu, "maaf ni, nini ini siapa ya? Sepertinya saya belum pernah melihat nini sebelumnya?". 
Kemudian nenek ini menjawab "saya nini Manol...saya memang pendatang, saya merasa haus sekali dan kebetulan saya lewat di tempat orang yang sedang melaksanakan hajat, tolong sampaikan kepada keluarga Wangsayuda bahwa nini Manol minta segelas air bening". Ujar sang nenek.
"Oh iya ni, saya sampaikan sekarang". (Berjalan salah satu tamu mendekati Wangsayuda dan menceritakan peristiwa yang baru saja terjadi). 
"Maaf kangmas, itu ada nenek tua yang mencari kangmas, katanya dia haus dan ingin meminta segelas air minum". (Sambil menunjuk)
"Haaahh???... Nenek tua??? ... Siapa itu,dik? Aku tak melihat siapapun disana, kamu kalo bicara ngawur. Sudahlah biarkan saja, kenal juga tidak, abaikan saja tidak usah diberi minum ! Ayo silahkan kalian lanjutkan saja pestanya". Kata Wangsayuda dengan angkuhnya.


Tanpa diduga-duga datanglah angin kencang yang menerbangkan atap-atap penutup rumah, suaranya begitu ribut sehingga dijuluki angin ribut, seketika suasana menjadi panik, awan mendung mulai menutupi langit Desa Karangsalam, guntur mulai bergemuruh, kilat mulai terlihat menyambar-nyambar diangkasa. Saat semua panik dan berkumpul menjadi satu disuatu sudut, terdengarlah suara nyaring seolah dari atas langit yang berkata "INYONG NJALUK BANYU NGINUM SEGELAS KOH ORA DIWEI , MBESUK ANAK PUTUMU MBARANGGAWE AKU TEK NYUMBANG BANYU SESIWUR" . (Artinya: aku minta air minum segelas kok tidak dikasih , suatu saat anak cucumu hajatan aku akan menyumbang air satu gayung).

Jeeeeeedddhhheeeeeeerrrrrrrrrr (petir menyambar keras) . Seketika itu suara lenyap dan langsung turun hujan sangat lebat selama tiga hari tiga malam tanpa henti . 


Dan pada akhirnya Desa itu terkena kutukan. Hingga saat ini, di Desa Karangsalam ketika ada orang yang melaksanakan hajatan baik pernikahan maupun khitanan pasti selalu diguyur hujan. Biarpun sudah diusahakan untuk dipindahkan hujan itu oleh orang yang dianggap memiliki kemampuan supranatural,tapi memang tetap saja hujan pasti turun.

Wallahu alam.


Sekian cerita yang bisa saya sampaikan, apabila ada kesamaan nama tempat atau tokoh yang disebutkan dalam cerita tersebut saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Wassalamu'alaikum. 🙏

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kisah Alam Sukma

"Senopati Perang Sukma" Diceritakan di tanah Jawa, seorang pemuda tangguh gagah perkasa , berbudi bawa leksana, sak...